Provinsi Pelopor: Sulawesi Tengah

Profil Organisasi

Tentang IPSI

Ikatan Pencak Silat Indonesia — wadah pemersatu seluruh jajaran pencak silat Indonesia sejak 18 Mei 1948.

Sejarah

Perjalanan Pencak Silat Indonesia

Organisasi IPSI berjenjang dari Pengurus Besar (PB) di tingkat pusat, Pengurus Provinsi (Pengprov), hingga Pengurus Kabupaten/Kota. Kepemimpinan tertinggi ditentukan melalui Musyawarah Nasional (Munas) setiap empat tahun.

1948

IPSI didirikan 18 Mei 1948 di Surakarta sebagai induk organisasi pencak silat nasional.

1980

IPSI menjadi salah satu pendiri PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa).

2018

Pencak silat menyumbang 14 dari 31 emas Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

2019

“Tradisi Pencak Silat” ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (13 Desember 2019).

2025

Juara umum SEA Games 2025 Thailand dengan 4 emas, 1 perak, 7 perunggu.

Disiplin

Kategori Pertandingan

Sesuai Peraturan Pertandingan IPSI — kategori seni (Tunggal/Ganda/Regu) dinilai oleh 5 juri, nilai tertinggi & terendah dicoret.

Laga

Tanding

Dua pesilat saling berhadapan — menyerang & membela pada sasaran sah, 3 babak × 2 menit (jeda 1 menit).

1 lawan 1 · 3 babak

Seni

Tunggal

Seorang pesilat memperagakan Jurus Tunggal Baku, tangan kosong & bersenjata.

1 pesilat · penampilan seni

Seni

Ganda

Dua pesilat memperagakan rangkaian serang-bela terencana, efektif & logis.

2 pesilat · penampilan seni

Seni

Regu

Tiga pesilat memperagakan Jurus Regu Baku secara seragam & kompak.

3 pesilat · penampilan seni

Seni

Solo Kreatif

Penampilan jurus kreasi individu dengan kaidah pencak silat.

1 pesilat · penampilan seni

Jati Diri

Empat Aspek Pencak Silat

Lebih dari olahraga — pencak silat adalah kesatuan budi, seni, bela diri, dan prestasi. Inilah empat aspek yang menjadikannya warisan budaya bangsa.

Mental-Spiritual

Pembentukan budi pekerti luhur, pengendalian diri, dan keimanan sebagai akar setiap gerak.

Seni Budaya

Keindahan gerak, irama, dan busana — warisan budaya bangsa yang diwariskan turun-temurun.

Bela Diri

Keterampilan menyerang & membela diri dengan teknik kuda-kuda, jurus, dan kaidah yang efektif.

Olahraga

Prestasi terukur lewat pertandingan resmi — dari Porprov hingga PON, SEA Games, dan dunia.

Golongan Usia

Usia Dini
> 10 – 12 tahun
Pra-Remaja
> 12 – 14 tahun
Remaja
> 14 – 17 tahun
Dewasa
> 17 – 35 tahun
Master I
> 35 – 45 tahun
Master II
> 45 tahun

Struktur Pengurus Besar

S

Sugiono

Ketua Umum PB IPSI

Periode 2026–2030

AM

Abcandra M. Akbar Supratman

Ketua Pengprov IPSI Sulteng

Periode 2025–2030

MI

Muhammad Irwan Lapatta

Ketua Demisioner (2 periode)

Periode 2017–2025

SP

Sekretariat Pengprov

Sekretariat Umum

Periode 2025–2030

Provinsi Pelopor

Sulawesi Tengah — Inisiatif dari Daerah

Sulawesi Tengah berinisiatif menjadi provinsi pertama yang mendigitalkan tata kelola pembinaan pencak silat — sebuah prakarsa dari daerah, bukan penunjukan dari pusat. Dengan membuktikan ekosistem ini berjalan nyata di tingkat provinsi, Sulteng menjadikan dirinya model yang dapat diikuti 34 provinsi lain di bawah payung standar PB IPSI.

Ruh platform ini adalah tata kelola berbasis data: setiap pesilat, perguruan, wasit-juri, dan sertifikat tercatat dalam satu rantai yang dapat ditelusuri dari padepokan hingga Puslatda — mendukung jalur prestasi menuju PON 2028.

Pengprov IPSI Sulawesi Tengah dipimpin oleh Abcandra M. Akbar Supratman (terpilih aklamasi Musprov VIII, Desember 2025) dengan fokus: digitalisasi keanggotaan, pembinaan terstruktur di 13 kabupaten/kota, dan pipeline talent menuju PON 2028.

Payung Nasional

PB IPSI

Standar, regulasi, Kejurnas & jalur SEA Games

Pelopor

Pengprov IPSI Sulawesi Tengah

Berinisiatif mendigitalkan tata kelola sendiri

Target

PON 2028

Pipeline talent dari 13 kab/kota Sulawesi Tengah

Ketua Pengprov

Abcandra M. Akbar Supratman

Periode 2025–2030, Musprov VIII